Melakukan Cek KTP Online

Hindari Situs Palsu, Jika Anda Melakukan Cek KTP Online

Pada September 2016 lalu, masyarakat dikejutkan oleh berita bahwa ternyata situs web yang dapat melakukan cek ktp online merupakan situs palsu. Situs web yang beralamat cekektp.com sempat mengalami kenaikan trafik karena tipu daya mengajak warga mengecek Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP. Padahal, Kementerian Dalam Negeri telah meminta warga untuk tidak memasukkan NIK KTP mereka di situs tersebut.

Kenaikan trafik pada situs ini terjadi setelah beredar pesan broadcast di WhatsApp atau BlackBerry Messenger, yang meminta warga untuk melakukan cek KTP online guna memudahkan pengurusan administrasi bank, BPJS, SIM, dan lain-lain  di masa depan. Tetapi pesan itu bukan berasal dari pemerintah, melainkan dari oknum tak bertanggungjawab.

Pesan palsu yang beredar tersebut “Untuk perhatian. Mendagri minta masyarakat segera mengurus rekam E-KTP, karena akan ditutup 30 September, bagi yg blm terdata rekam E-KTP, data yg lama semua akan dihapus, sehingga nanti susah dlm pengurusan Bank, BPJS, Sim/Stnk dll, tolong dishare keteman-teman lain yang belum tahu. Silahkan cek KTP online Anda apakah sdh terdaftar”.

Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) pun tidak tinggal diam. Kemendagri  langsung memberikan pernyataan bahwa situs tersebut tidak dikembangkan atau bukan berasal dari Kemdagri. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak dinginkan,  kementerian ini mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan situs tersebut, apalagi memasukkan data NIK ke sana.

“Data tersebut bukan bersumber dari Dukcapil. Kami tidak pernah membuka data penduduk agar dapat diakses oleh publik, karena hal tersebut rawan penyalahgunaan. Kalau pemerintah yang buat, domainnya memakai .go.id bukan .com,” begitu pernyataan kemendagri terkait hal ini.

Pesan broadcast yang meminta warga mengunjungi situs ektp itu beredar di tengah momen Kemdagri mengajak warga untuk membuat KTP elektronik alias e-KTP, dan hal itu membuat banyak warga terkecoh. Padahal dalam pembuatan e-KTP ini, Kemdagri hanya meminta warga untuk datang, mengecek, atau bikin e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di mana saja.

Situs ektp sangat jelas memakai domain berakhiran .com yang berarti commercial (atau komersial), di mana siapa saja bisa membeli domain tersebut dengan harga sekitar Rp150.000. Sementara situs yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia dan ditujukan ke publik, selalu memakai domain .go.id yang merupakan domain tingkat dua untuk lembaga atau institusi pemerintah.

Kuat dugaan bahwa  pembuat situs tersebut melakukan penipuan yang berusaha mengarahkan warga mengunjungi situs ektp. Di situs ini terdapat ruang penempatan iklan digital, yang jika semakin banyak kunjungan ke situs tersebut, maka si pemilik situs semakin banyak meraih uang dari iklan digital. Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya warga tidak memasukkan data ke dalam situs web tersebut. Atas permintaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akhirnya telah memblokir situs palsu cek KTP online tersebut.

KTP elektronik (e-KTP) merupakan kartu kependudukan baru yang dikeluarkan pemerintah dan didukung sistem informasi yang lebih akurat, aman, serta tertib administrasi, karena langsung terintegrasi dengan database kependudukan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pusat. Sehingga setiap penduduk tidak akan dapat memiliki KTP lebih dari 1 atau ber-KTP ganda, apalagi sampai rangkap banyak.

Bagi warga yang ingin mengecek data kependudukan atau melakukan cek KTP, diimbau untuk datang langsung ke Dinas Dukcapil setempat.  Kementerian Dalam Negeri memastikan bahwa data kependudukan akan diberikan oleh Dinas Dukcapil kepada warga yang membutuhkan. Petugas yang berada di sana akan melayani dengan baik atau jika ingin melakukan cek KTP online agar mengunjungi situs resminya atau informasi lebih lanjut bisa juga baca disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *