pengajuan kredit

Tahap Persetujuan Aplikasi Kredit Bank Oleh Analis Kredit

Bank merupakan badan usaha yang bertugas untuk menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya dalam bentuk pinjaman atau kredit. Dengan hadirnya perbankan, maka perekonomian bisa terbantu karena masyarakat yang membutuhkan dana untuk permodalan atau kebutuhan lainnya bisa langsung mengajukan aplikasi kredit bank. Pengajuan kredit memang membutuhkan syarat yang terkadang tidak sedikit dan cenderung rumit lantaran bank menerapkan aturan dan kebijakan yang ketat bagi para peminjamnya.

Target kredit dari bank adalah semua kalangan masyarakat, namun tidak semua pengajuan kredit dari masyarakat bisa disetujui begitu saja. Hal ini lantaran terdapat pihak yang menentukan apakah pengajuan Anda akan disetujui atau tidak yaitu analisa kredit. Mereka memiliki standar dan ketentuan tertentu dalam memberikan persetujuan kredit kepada para nasabahnya. Tidak selalu calon peminjam dengan catatan kredit bagus dan tidak memiliki hutang bisa menembus pengajuan kredit dari analis kredit. Dengan pertimbangan dan potensi tertentu, analis kredit akan mengusahakan sebisa mungkin memberikan kredit pada pihak yang tepat sehingga meminimalisir potensi gagal bayar para nasabah.

Calon peminjam haruslah memiliki karakter 5C sebelum bisa mendapatkan persetujuan kredit, yaitu:

1. Character (Watak)
Demi mendapatkan informasi lengkap terkait watak dari pemohon kredit, pihak bank akan mengumpulkan informasi mulai dari pergaulan, perilaku, kejujuran dan ketaatan untuk pemenuhan bayar transaksi. Selain itu bisa juga dilakukan dengan melakukan pengecekan lewat Bank Indonesia. Selain itu beberapa karyawan bank bahkan bisa mendatangi rumah atau tetangga Anda secara langsung guna mengetahui tentang keseharian Anda sehingga karakter pribadi menjadi hal yang penting dalam pertimbangan analis bank untuk pemberian persetujuan terhadap aplikasi kredit bank.

2. Capacity (Kemampuan)
Dengan melihat komponen pendapatan yang dihasilkan oleh calon pemohon, maka kemampuan pembayaran cicilan terhadap bank bisa diketahui. Meski begitu, analis kredit juga harus cerdas lantaran sang calon pemohon juga memiliki kebutuhan harian di samping untuk pembayaran cicilan. Dari situlah kemampuan pemberian kredit tepat guna bagi analis kredit sangat diuji.

3. Capital (Modal)
Hasil survey kekayaan yang dimiliki oleh pemohon kredit bisa disebut sebagai modal. Hal ini sebagai cadangan jika suatu saat nanti pemohon kredit mengalami gagal bayar sehingga bank bisa meminta pertanggung jawaban lewat aset yang dimiliki calon pemohon tersebut. Prinsip mudahnya adalah bahwa bank tidak akan memberikan pembiayaan pada pemohon kredit yang hanya memiliki kekayaan minim dan tidak punya modal sendiri.

4. Condition (Kondisi)
Kondisi ditentukan dari analisis variabel makro dan melingkupi dari perusahaan regional hingga internasional. Variabel yang paling utama menjadi penentu adalah variabel ekonomi.

5. Collateral (Jaminan)
Jaminan menjadi solusi paling akhir untuk menjadi penutup resiko kredit ketika nantinya terjadi gagal bayar. Itulah mengapa bank hanya berani memberikan pinjaman paling besar 75% dari total harga jaminan kredit tersebut.

Itulah beberapa hal yang menjadi pertimbangan bagi analis kredit untuk memutuskan apakah aplikasi kredit bank yang diajukan pemohon bisa disetujui atau tidak. Mengingat banyaknya faktor penentu, maka tak heran jika persetujuan kredit bisa memakan waktu yang cukup lama karena pihak bank harus menyelidiki secara keseluruhan data pribadi dan keuangan dari calon peminjamnya. Syarat pengajuan pinjaman di semua bank hampir sama yaitu usia minimal 21 tahun dan maksimal 60 tahun, memiliki pekerjaan dan pendapatan minimal yang tergantung dari kebijakan bank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *